Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (QS. Al-Mutaffifin : 1)
Tafsir Tahlili:
Azab dan kehinaan yang besar pada hari Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Allah telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Medinah pada waktu itu.
Diriwayatkan bahwa di Medinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah. Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani, ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.
Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan orang lain. Terhadap orang seperti itu, Nabi Muhammad telah memberi ancaman yang pedas sekali seperti tersebut dalam hadis ini:
Ada lima perkara yang dibalas dengan lima perkara: Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji, melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya. Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah, melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka. Perzinaan tidak pernah meluas di kalangan mereka secara luas, melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian. Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang, melainkan mereka akan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan dan ditimpa musim kemarau. Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat, melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang). (Riwayat ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas)
2
ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ2(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, [ QS. 83:2]
Who, when they take a measure from people, take in full.
Tafsir
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, (QS. Al-Mutaffifin : 2)
Tafsir Tahlili:
Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya.
Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman:
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah/2: 188)
Yang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya. Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.
Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah:
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra'/17: 35)
3
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ3dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. [ QS. 83:3]
But if they give by measure or by weight to them, they cause loss.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 3
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ3
Arti:
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS. Al-Mutaffifin : 3)
Tafsir Tahlili:
Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya.
Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman:
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah/2: 188)
Yang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya. Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.
Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah:
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra'/17: 35)
4
أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ4Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, [ QS. 83:4]
Do they not think that they will be resurrected
Tafsir
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, (QS. Al-Mutaffifin : 4)
Tafsir Tahlili:
Ayat ini mencela orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan dengan pertanyaan apakah mereka itu menyangka hari kebangkitan itu tidak akan pernah ada. Sebab, jika mereka menyangka saja, belum meyakini adanya hari kebangkitan, tentu mereka tidak tergugah untuk menghindari kecurangan. Memang mereka itu tidak mengharapkan adanya hari penghitungan, sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan. (an-Naba'/78: 27)
5
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ5pada suatu hari yang besar, [ QS. 83:5]
pada suatu hari yang besar, (QS. Al-Mutaffifin : 5)
Tafsir Tahlili:
Mereka akan dibangkitkan untuk dihisab pada hari pembalasan. Allah menerangkan bahwa ketika itu semua umat manusia berdiri menghadap Allah Rabbul 'Alamin untuk dihisab dan diperiksa segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Semuanya dihisab dengan penuh keadilan karena Allah Mahaadil. Timbangan itu adalah lambang keadilan yang senantiasa harus ditegakkan dan dipertahankan.
6
يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ6(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? [ QS. 83:6]
The Day when mankind will stand before the Lord of the worlds?
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 6
يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ6
Arti:
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (QS. Al-Mutaffifin : 6)
Tafsir Tahlili:
Mereka akan dibangkitkan untuk dihisab pada hari pembalasan. Allah menerangkan bahwa ketika itu semua umat manusia berdiri menghadap Allah Rabbul 'Alamin untuk dihisab dan diperiksa segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Semuanya dihisab dengan penuh keadilan karena Allah Mahaadil. Timbangan itu adalah lambang keadilan yang senantiasa harus ditegakkan dan dipertahankan.
7
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ7Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. [ QS. 83:7]
No! Indeed, the record of the wicked is in sijjeen.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 7
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ7
Arti:
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. (QS. Al-Mutaffifin : 7)
Tafsir Tahlili:
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya .
Buku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka.
And what can make you know what is sijjeen?
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 8
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌ8
Arti:
Tahukah kamu apakah sijjin itu? (QS. Al-Mutaffifin : 8)
Tafsir Tahlili:
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya .
Buku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka.
9
كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ9(Ialah) kitab yang bertulis. [ QS. 83:9]
It is [their destination recorded in] a register inscribed.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 9
كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ9
Arti:
(Ialah) kitab yang bertulis. (QS. Al-Mutaffifin : 9)
Tafsir Tahlili:
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya .
Buku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka.
10
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ10Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, [ QS. 83:10]
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (QS. Al-Mutaffifin : 10)
Tafsir Tahlili:
Dua ayat ini kembali mengancam orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dengan azab yang sangat pedih, yaitu neraka. Ancaman dan hukuman bagi orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan memang sangat pedih, karena mengingkari hari kiamat berarti mengingkari keadilan Allah, dan hukum-hukum syariat agama yang berlaku di dunia dan berakibat di akhirat.
11
ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ11(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. [ QS. 83:11]
(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. (QS. Al-Mutaffifin : 11)
Tafsir Tahlili:
Dua ayat ini kembali mengancam orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dengan azab yang sangat pedih, yaitu neraka. Ancaman dan hukuman bagi orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan memang sangat pedih, karena mengingkari hari kiamat berarti mengingkari keadilan Allah, dan hukum-hukum syariat agama yang berlaku di dunia dan berakibat di akhirat.
12
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ12Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, [ QS. 83:12]
And none deny it except every sinful transgressor.
Tafsir
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, (QS. Al-Mutaffifin : 12)
Tafsir Tahlili:
Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang mengingkari hari Kiamat kecuali orang-orang yang selalu melampaui batas-batas agama, yang tertutup hatinya oleh kekafiran, dan yang tidak lagi bermanfaat baginya berbagai peringatan dan ancaman. Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (al-Baqarah/2: 6)
Sifat lain dari manusia yang mengingkari hari Kiamat adalah tenggelam dalam perbuatan dosa-dosa besar, acuh tak acuh terhadap perintah dan larangan Allah, lebih mementingkan kesenangan duniawi daripada kehidupan akhirat. Firman Allah:
Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)
13
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ13yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu" [ QS. 83:13]
When Our verses are recited to him, he says, "Legends of the former peoples."
Tafsir
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu" (QS. Al-Mutaffifin : 13)
Tafsir Tahlili:
Ayat ini menjelaskan bahwa ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada orang-orang yang melampaui batas, selalu berdosa, tidak mempercayai hari akhirat dan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang berisi petunjuk-petunjuk Allah untuk mengantarkan manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka tidak mau mendengarkannya dengan khusyuk atau menyimak isinya. Mereka bahkan mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang didiktekan kepada Nabi Muhammad. Firman Allah:
Dan orang-orang kafir berkata, "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain," Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, "(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang." Katakanlah (Muhammad), "(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-Furqan/25: 4-6)
14
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ14Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. [ QS. 83:14]
No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning.
Tafsir
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (QS. Al-Mutaffifin : 14)
Tafsir Tahlili:
Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu dongengan orang dahulu. Sama sekali bukan demikian. Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Kebiasaan mereka berbuat dosa telah menyebabkan hati mereka jadi keras, gelap, dan tertutup laksana logam yang berkarat. Oleh karena itu, mereka tidak dapat membedakan antara dusta yang berat dengan kebenaran yang terang benderang. Hati yang demikian hanya bisa dibersihkan dengan tobat yang sempurna.
15
كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ15Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. [ QS. 83:15]
No! Indeed, from their Lord, that Day, they will be partitioned.
Tafsir
Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. (QS. Al-Mutaffifin : 15)
Tafsir Tahlili:
Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir yang tidak mau mengakui Al-Qur'an sebagai wahyu Allah terhalang dari rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Mereka terhalang dari nikmat terbesar bagi seorang hamba, yaitu memandang dan melihat Allah di akhirat. Imam Syafi'i mengatakan ayat ini bisa dijadikan dalil bahwa orang-orang Mukmin tidak akan terhalangi dari memandang Allah di akhirat, sebagaimana firman-Nya:
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya. (al-Qiyamah/75: 22-23)
16
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ16Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. [ QS. 83:16]
Then indeed, they will [enter and] burn in Hellfire.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 16
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ16
Arti:
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. (QS. Al-Mutaffifin : 16)
Tafsir Tahlili:
Setelah dijauhkan dari rahmat Allah dan tidak dapat mencapai cita-cita yang diangan-angankannya pada hari pembalasan, orang-orang kafir itu benar-benar masuk neraka Jahim yang sangat panas.
17
ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ17Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan". [ QS. 83:17]
Then it will be said [to them], "This is what you used to deny."
Tafsir
Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan". (QS. Al-Mutaffifin : 17)
Tafsir Tahlili:
Kemudian dikatakan kepada mereka ucapan yang mengandung cercaan sehingga penderitaan mereka itu berlipat ganda. Di samping penderitaan fisik, mereka juga menderita secara psikis (kejiwaan). Inilah azab yang selalu mereka dustakan ketika di dunia. Inilah balasan terhadap sikap mereka mendustakan berita-berita rasul yang benar, seperti anggapan mereka bahwa manusia tidak akan dibangkitkan kembali, Al-Qur'an itu dongengan orang-orang dahulu, Muhammad saw itu hanya seorang tukang sihir atau pendusta, dan berbagai macam tuduhan lainnya.
Di akhirat nanti, akan menjadi jelas bagaimana fakta kebenaran yang sesungguhnya yang dapat disaksikan oleh pancaindra mereka. Alangkah sedihnya dirasakan oleh seorang yang sedang menderita azab bila diberi kecaman yang sangat menusuk hatinya, padahal ia sempat menempuh jalan keselamatannya jika ia benar-benar beriman dan bertakwa.
18
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ18Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin. [ QS. 83:18]
No! Indeed, the record of the righteous is in 'illiyyun.
Tafsir
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin. (QS. Al-Mutaffifin : 18)
Tafsir Tahlili:
Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan orang-orang durhaka yang mengingkari hari kebangkitan dan kebenaran Al-Qur'an. Sekali-kali tidak demikian. Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti disimpan dalam suatu tempat yang tinggi yang diberi nama 'Illiyyun, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat muqarrabin (yang dekat dengan Allah).
And what can make you know what is 'illiyyun?
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 19
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ19
Arti:
Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (QS. Al-Mutaffifin : 19)
Tafsir Tahlili:
Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, "Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?" Allah lalu menjelaskannya langsung, "Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah."
20
كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ20(Yaitu) kitab yang bertulis, [ QS. 83:20]
It is [their destination recorded in] a register inscribed
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 20
كِتَٰبٌ مَّرْقُومٌ20
Arti:
(Yaitu) kitab yang bertulis, (QS. Al-Mutaffifin : 20)
Tafsir Tahlili:
Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, "Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?" Allah lalu menjelaskannya langsung, "Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah."
21
يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ21yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). [ QS. 83:21]
Which is witnessed by those brought near [to Allah].
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 21
يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ21
Arti:
yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Al-Mutaffifin : 21)
Tafsir Tahlili:
Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, "Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?" Allah lalu menjelaskannya langsung, "Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah."
22
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ22Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), [ QS. 83:22]
Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), (QS. Al-Mutaffifin : 22)
Tafsir Tahlili:
Setelah menerangkan kitab orang-orang yang berbakti yang diberi nama 'Illiyyun, lalu Allah menerangkan keadaan orang yang berbakti (al-abrar) itu secara terperinci. Sesungguhnya mereka yang membenarkan apa-apa yang dibawa oleh Muhammad saw itu, benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar, yaitu surga.
23
عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ23mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. [ QS. 83:23]
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (QS. Al-Mutaffifin : 23)
Tafsir Tahlili:
Mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang berbagai macam kenikmatan surga seperti bidadari, anak-anak mereka yang mati sebelum balig yang disediakan dalam surga untuk berkhidmat kepada orang tuanya, aneka macam makanan dan minuman, dan sebagainya.
24
تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ24Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. [ QS. 83:24]
You will recognize in their faces the radiance of pleasure.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 24
تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ24
Arti:
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. (QS. Al-Mutaffifin : 24)
Tafsir Tahlili:
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tanda-tanda kebahagiaan itu tampak pada wajah-wajah mereka. Orang yang melihatnya dapat merasakan kesenangan hidup mereka yang penuh dengan kenikmatan seperti tercantum dalam firman Allah:
Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria. ('Abasa/80: 38-39)
25
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ25Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), [ QS. 83:25]
They will be given to drink [pure] wine [which was] sealed.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 25
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ25
Arti:
Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), (QS. Al-Mutaffifin : 25)
Tafsir Tahlili:
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang berbakti itu diberi minum dari khamar murni yang bersih dari campuran dan tidak memabukkan. Khamar itu disimpan di tempat yang tersegel sehingga terpelihara dari pencemaran.
26
خِتَٰمُهُۥ مِسْكٌ وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَٰفِسُونَ26laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. [ QS. 83:26]
The last of it is musk. So for this let the competitors compete.
Tafsir
laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (QS. Al-Mutaffifin : 26)
Tafsir Tahlili:
Segelnya adalah kasturi dan untuk mencapai kenikmatan yang demikian itu, hendaklah orang berlomba-lomba dalam rangka melaksanakan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Barang siapa yang giat beribadah kepada-Nya, maka akan cepat pula melintasi jembatan as-sirathal-mustaqim yang berada di atas api neraka.
27
وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسْنِيمٍ27Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, [ QS. 83:27]
Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (QS. Al-Mutaffifin : 27)
Tafsir Tahlili:
Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa campuran khamar murni itu ialah dari tasnim yang datang dari daerah yang tinggi. Tasnim adalah mata air yang menjadi sumber air minum orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
28
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ28(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. [ QS. 83:28]
A spring from which those near [to Allah] drink.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 28
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ28
Arti:
(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. (QS. Al-Mutaffifin : 28)
Tafsir Tahlili:
Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa campuran khamar murni itu ialah dari tasnim yang datang dari daerah yang tinggi. Tasnim adalah mata air yang menjadi sumber air minum orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
29
إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ كَانُوا۟ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يَضْحَكُونَ29Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. [ QS. 83:29]
Indeed, those who committed crimes used to laugh at those who believed.
Tafsir
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Mutaffifin : 29)
Tafsir Tahlili:
Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan berdosa dahulu selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Ketika Nabi Muhammad membawa Al-Qur'an dengan ajaran Islam yang mengandung kebajikan, ia mendapatkan perlawanan yang hebat dari orang-orang musyrik Mekah. Perlawanan ini terutama dari para pembesarnya yang sejak nenek moyangnya sudah biasa menyembah patung berhala. Mereka menentang ajaran apa saja yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.
Telah menjadi kebiasaan bagi orang-orang besar yang bersandar kepada kekuasaan dan kebendaan atau kekayaan bahwa mereka selalu bersikap sinis atau mencemoohkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kepercayaan dan kebudayaan mereka.
30
وَإِذَا مَرُّوا۟ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ30Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. [ QS. 83:30]
And when they passed by them, they would exchange derisive glances.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 30
وَإِذَا مَرُّوا۟ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ30
Arti:
Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. (QS. Al-Mutaffifin : 30)
Tafsir Tahlili:
Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan. Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan.
31
وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُوا۟ فَكِهِينَ31Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. [ QS. 83:31]
And when they returned to their people, they would return jesting.
Tafsir
Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. (QS. Al-Mutaffifin : 31)
Tafsir Tahlili:
Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan. Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan.
32
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ32Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", [ QS. 83:32]
And when they saw them, they would say, "Indeed, those are truly lost."
Tafsir
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", (QS. Al-Mutaffifin : 32)
Tafsir Tahlili:
Apabila melihat orang-orang Mukmin, orang-orang yang berdosa itu berkata bahwa sesungguhnya mereka melihat orang yang benar-benar sesat dan menyimpang dari kebenaran, karena mengubah kepercayaan yang sejak dahulu kala mereka warisi dari nenek moyang mereka tentang penyembahan berhala.
33
وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَٰفِظِينَ33padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. [ QS. 83:33]
But they had not been sent as guardians over them.
Tafsir
Tafsir Kemenag Surat Al-Mutaffifin Ayat 33
وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَٰفِظِينَ33
Arti:
padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. (QS. Al-Mutaffifin : 33)
Tafsir Tahlili:
Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir itu hidup di dunia tidak ditugaskan untuk melindungi atau menjaga orang-orang Mukmin. Mereka tidak berwenang menjaga orang-orang Mukmin karena orang-orang Mukmin tidak berada di bawah kekuasaan mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak berhak mengejek, mengawasi, dan menyakiti orang-orang Mukmin yang tulus ikhlas beriman kepada Allah.
34
فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ34Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, [ QS. 83:34]
So Today those who believed are laughing at the disbelievers,
Tafsir
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, (QS. Al-Mutaffifin : 34)
Tafsir Tahlili:
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari pembalasan giliran orang-orang Mukmin dalam surga mencemoohkan orang-orang kafir yang sedang menderita azab neraka. Pada hari itu, orang-orang yang beriman akan tertawa lebar karena menyaksikan pahala dan berbagai macam kenikmatan yang sesuai dengan janji Allah. Mereka juga menertawakan orang-orang kafir yang dahulu di dunia pernah mencemoohkan mereka.
35
عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ35mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. [ QS. 83:35]
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (QS. Al-Mutaffifin : 35)
Tafsir Tahlili:
Mereka duduk santai di atas dipan-dipan sambil memandang apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang-orang kafir dalam neraka.
36
هَلْ ثُوِّبَ ٱلْكُفَّارُ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ36Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. [ QS. 83:36]
Have the disbelievers [not] been rewarded [this Day] for what they used to do?
Tafsir
Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al-Mutaffifin : 36)
Tafsir Tahlili:
Mereka meyakinkan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak dianiaya, tetapi hanya diberi balasan terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Sebab, balasan itu biasanya diambil dari jenis perbuatan, yang baik dibalas dengan baik, dan yang jahat dibalas dengan jahat.